Berbicara masalah Kanker, muthlak adalah sebuah musibah yang berdampak secara fisio dan psikologis bagi penderita khususnya serta melibatkan keluarga.
Apalagi mengingat di zaman sekarang ini, banyak sekali vonis dokter menjurus ke diagnosa Kanker dengan mengandalkan pemeriksaan PA yang diambil dari sample jaringan yang bermasalah.
Dengan vonis positif pengidap Carsinoma/kanker ini, tentunya dalam dunia medis saat sekarang akan melaksanakan prosedur baku yakni dengan pengobatan kemotherapy guna menekan pertumbuhan sel ganas yang diderita pengidap kanker itu sendiri.
Banyak yang dikorbankan, berupa biaya, pemikiran, tenaga dan lainnya dalam mencari solusi untuk penyembuhan kanker tersebut.
Sekarang ini, tindakan yang mampu diberikan oleh pelaksana pelayanan medis ( dokter, RS, Klinik, dll ) pada pengidap kanker lebih ditekankan kepada pendekatan emosional dan Communication Therapiutic.
Membahas mengenai pengobatan Chemotherapy, yang nilai kerjanya adalah bumi hangus untuk sel-sel ganas, tidak menutup kemungkinan akan menghantam sel normal oleh sebab therapy yang masuk ke tubuh bersifat sistemik sehingga ada dua kemungkinan besar yang terjadi, sembuh atau lebih terpuruk, namun itulah fakta real secara umum.
Jadi pada dasarnya, apapun namanya penyakit kanker, itu hanya berupa penyimpangan sel dalam sistem pembelahannya (memperbanyak diri) dari normal menjadi abnormal (ganas) sehingga disebutlah Carsinoma (Kanker).
Dan mengenai namanya, berdasarkan pada bagian tubuh mana terjadinya keganasan sel tersebut, yakni misalkan terjadi keganasan di sel darah Leukosit, maka bernamalah iya " LEUKEMIA" dan jika terjadi di jaringan Hati (Hepar), maka bernamalah ia Hepatoma. Dan lain-lain.
Kanker, adalah sosok penyakit mematikan dengan tingkat teratas di dunia yang mengancam nyawa hidup seseorang secara umum.
Gaya hidup modernisasi zaman sekarang ini dengan pola hidup berkomunikasi di wilayah radiasi router dalam genggaman gadget yang lagi trend, konsumsi rutin dengan makanan instant berpengawet dalam jangka panjang, bernafas didalam lingkungan yang dominan terdapat polusi udara berkabut dll, seperti itulah Zaman Kita Sekarang ini.
Boleh jadi hal tersebut diatas menjadi prediksi kuat pencetus terjadinya penyimpangan sel normal menjadi ganas atau lazim disebut sebagai K A N K E R !!! ( Wallahu a'lam )
Kembali ke pribadi kita masing-masing dalam bertekad untuk menyayangi diri sendiri merupakan sebuah usaha dan ikhtiar guna terhindar dari penyakit tersebut, dengan berbekal pengetahuan dan wawasan yang rasional serta keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa akan menjadikan ketenangan bathin sehingga segala upaya dan do'a bisa sinergi.
Dengan berpola hidup seperti orang-orang tua kita di masa lalu, mungkin atau boleh jadi adalah sebuah cara atau jalan untuk meminimalisir dari potensi terkena penyakit kanker, dengan pola makan berbahan alami bebas pengawet, tidak bersentuhan dengan energi-energi seperti gelombang elektromagnetic secara langsung dll, ( Wallahu a'lam ) namun Faktanya adalah orang tua kita lebih panjang usia dan vitalitas mereka lebih prima dengan usia tua, dibanding kita di zaman sekarang yang rata-rata nilai usia hanya mencapai 40 - 50 Tahun.
Begitulah Kenyataan yang kita hadapi semua, Berubah Zaman maka Berubah Pula Peradaban serta Gaya Hidup, Semoga saja kita terhindar dari penyakit-penyakit Kanker apapun, tentunya kita juga harus merubah pola kita agar mencontoh pola hidup tetua kita terdahulu.
WAY OUT OF NATURALLY
Bagi yang sudah terdiagnosis Kanker apapun, dan mungkin juga telah melewati fase pengobatan secara medis namun belum ada perubahan yang signifikan, tidak ada salahnya jika ingin mencoba sebuah Ramuan Dayak dari Kalimantan.
Ramuan ini bersifat herbal 100% dengan proses pengolahan secara tradisional pula ( Tidak ada unsur sistesis kimia seperti obat-obatan Medis ) sehingga ramuan ini bebas dari efek samping dan aman 100% dikonsumsi walau berbarengan dengan obat-obatan medik.
Ada sebuah terobosan baru dari warga dayak kalimantan dalam memproduksi secara tradisional Penawar Penyakit Kanker.
Dengan harga yang terjangkau / murah dibanding produk lain.
Ramuan ini diracik dari bahan tumbuhan alami hutan pedalaman kalimantan yakni berbahan dasar tumbuhan spesies Ficus Deltoidea.
Gaya hidup modernisasi zaman sekarang ini dengan pola hidup berkomunikasi di wilayah radiasi router dalam genggaman gadget yang lagi trend, konsumsi rutin dengan makanan instant berpengawet dalam jangka panjang, bernafas didalam lingkungan yang dominan terdapat polusi udara berkabut dll, seperti itulah Zaman Kita Sekarang ini.
Boleh jadi hal tersebut diatas menjadi prediksi kuat pencetus terjadinya penyimpangan sel normal menjadi ganas atau lazim disebut sebagai K A N K E R !!! ( Wallahu a'lam )
Kembali ke pribadi kita masing-masing dalam bertekad untuk menyayangi diri sendiri merupakan sebuah usaha dan ikhtiar guna terhindar dari penyakit tersebut, dengan berbekal pengetahuan dan wawasan yang rasional serta keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa akan menjadikan ketenangan bathin sehingga segala upaya dan do'a bisa sinergi.
Dengan berpola hidup seperti orang-orang tua kita di masa lalu, mungkin atau boleh jadi adalah sebuah cara atau jalan untuk meminimalisir dari potensi terkena penyakit kanker, dengan pola makan berbahan alami bebas pengawet, tidak bersentuhan dengan energi-energi seperti gelombang elektromagnetic secara langsung dll, ( Wallahu a'lam ) namun Faktanya adalah orang tua kita lebih panjang usia dan vitalitas mereka lebih prima dengan usia tua, dibanding kita di zaman sekarang yang rata-rata nilai usia hanya mencapai 40 - 50 Tahun.
Begitulah Kenyataan yang kita hadapi semua, Berubah Zaman maka Berubah Pula Peradaban serta Gaya Hidup, Semoga saja kita terhindar dari penyakit-penyakit Kanker apapun, tentunya kita juga harus merubah pola kita agar mencontoh pola hidup tetua kita terdahulu.
WAY OUT OF NATURALLY
Bagi yang sudah terdiagnosis Kanker apapun, dan mungkin juga telah melewati fase pengobatan secara medis namun belum ada perubahan yang signifikan, tidak ada salahnya jika ingin mencoba sebuah Ramuan Dayak dari Kalimantan.Ramuan ini bersifat herbal 100% dengan proses pengolahan secara tradisional pula ( Tidak ada unsur sistesis kimia seperti obat-obatan Medis ) sehingga ramuan ini bebas dari efek samping dan aman 100% dikonsumsi walau berbarengan dengan obat-obatan medik.
Ada sebuah terobosan baru dari warga dayak kalimantan dalam memproduksi secara tradisional Penawar Penyakit Kanker.
Dengan harga yang terjangkau / murah dibanding produk lain.
Ramuan ini diracik dari bahan tumbuhan alami hutan pedalaman kalimantan yakni berbahan dasar tumbuhan spesies Ficus Deltoidea.
CARA PEMBELIAN :
Dengan cara SMS/Telp (0813 5185 4340) - BBM (7C347A70)
atau
Dengan cara SMS/Telp (0813 5185 4340) - BBM (7C347A70)
atau
CARA PEMBAYARAN : Transfer Ke Rekening :
Bank Mandiri a.n Arman Adi S No. Rek : 031-00-0603435-2
Dengan mengirimkan Pemberitahuan Nominal Transfer via SMS/BBM
UNTUK JASA PENGIRIMAN
Bank Mandiri a.n Arman Adi S No. Rek : 031-00-0603435-2
Dengan mengirimkan Pemberitahuan Nominal Transfer via SMS/BBM
UNTUK JASA PENGIRIMAN
( Proses Pengiriman Pada Jam Kerja Kantor Pos Indonesia )
ARTIKEL TERKAIT :
Dipostkan oleh www.tribunnews.com : Klik Disini untuk membaca Disini Selengkapnya !!
Dipostkan oleh www.antaranews.com : Klik Disini untuk membaca Disini Selengkapnya !!
Apa sih Ficus Deltoidea ?
Ficus
deltoidea adalah kultur golongan tumbuhan yang memiliki berbagai
manfaat untuk kesehatan tubuh. Manfaat daunnya sebagai bahan baku jamu
bagi kaum wanita. Jenis ini dikenal dengan nama daerah Tabat Barito.
Tanaman ini berasal dari India, Kepulauan Malaya, Filipina, Malaysia,
dan Indonesia. Penyebarannya mencakup di Asia Tenggara: Indonesia
(Sumatra, Jawa Barat, Kalimantan, Sulawesi), Thailand, Laos, Malaysia,
Philippines, Brunei, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Singapura, India,
Pakistan dan Cina.
Seiring perkembangan zaman, golongan tumbuhan ini menjadi langka, sebab perubahan hutan yang menjadi kota dan lainnya di berbagai negara, Alhamdulillah daratan Kalimantan masih memiliki Spesies Ficus Deltoidea ini sampai sekarang.
Tumbuhan spesies Ficus Deltoidea ini termasuk tumbuhan liar yang berhabitat di hutan-hutan, dan zaman dulu dijadikan sebagai hiasan pekarangan di rumah-rumah penduduk.
Seiring perkembangan zaman, golongan tumbuhan ini menjadi langka, sebab perubahan hutan yang menjadi kota dan lainnya di berbagai negara, Alhamdulillah daratan Kalimantan masih memiliki Spesies Ficus Deltoidea ini sampai sekarang.
Tumbuhan spesies Ficus Deltoidea ini termasuk tumbuhan liar yang berhabitat di hutan-hutan, dan zaman dulu dijadikan sebagai hiasan pekarangan di rumah-rumah penduduk.
Klasifikasi Tanaman Ficus Deltoidea :
Kingdom:
Plantae (Tumbuhan); Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh);
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji); Divisi: Magnoliophyta
(Tumbuhan berbunga); Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil); Sub
Kelas: Dilleniidae; Ordo: Urticales; Famili: Moraceae (suku
nangka-nangkaan); Genus: Ficus; Spesies: Ficus deltoidea Jack.
Kandungan / Zat Aktif :
Daunnya
terdiri atas senyawa dari golongan saponin dan glikosida. Isolasi
senyawa kimia dari kulit batang F. deltoidea telah dilakukan dan
diperoleh campuran afzelekin dan epiafzelekin, entkatekin serta tiga
senyawa fenolik sederhana yang belum dapat ditentukan strukturnya. Salah
satu hasil ekstrak Tabat Barito diketahui mengandung senyawa sterol
yang dapat digunakan untuk normalisasi jaringan sel secara umum sehingga
potensi mengembalikan sel yang ganas menjadi normal.
Sifat spesies Ficus Deltoidea :
Spesies
ini memiliki keunggulan jenis ini yaitu ekstrak terstandar dan sebagai
bahan fitofarmaka dan mudah digunakan. Bisa aktif bila pemakaiannya
dengan perbandingan yang jelas sehingga menghasilkan kadar senyawa
terukur.
Secara umum spesies Ficus menghasilkan senyawa volatil yang digunakan
dalam proses penyerbukan dengan bantuan serangga khusus sebagai
pollinator. Ekstrak bijinya diobservasi untuk merekatkan eritrosit
manusia (A, B, AB,O) dan beberapa strain bakteri Chlamydia trachomatis.
Pertelaan tanaman bervariasi dalam habitusnya dari perdu dengan tinggi
0,5-3 m, sampai pohon dengan tinggi 7-12 m dan berkayu, tumbuh lambat,
memiliki akar udara yang dimanfaatkan untuk hidup sebagai tanaman.
Sumber lain mengenai manfaat spesies Ficus Deltoidea :
Khasiat Ficus untuk Tumor/Kanker
Aturan Pakai Ramuan :
PENGOBATAN : Diminum 3 - 4 kali sehari
Dewasa : 12 tahun keatas : ± 4 gr / 1 sendok makan
Anak-anak : 2- 11 tahun : ± 2 gr / 1 sendok teh
PENCEGAHAN
Diminum 1 kali sehari : ± 4 gr / 1 sendok makan
UNTUK VITALITAS DAN STAMINA
Diminum 1 x sehari : ± 4 gr / 1 sendok makan (dicampur Madu + Kuning Telur Bebek)
REAKSI SISTEMIK
KETERANGAN
DOSIS BERDASAR KELUHAN
Dalam Kasus Berbagai Carsinoma (Kanker), sbb :
Tingkat Awal (Pra Stadium) : 6 - 10 Bungkus
Tingkat Pertama (Stadium I) : 10 - 19 Bungkus
Tingkat Menengah (Stadium II) : 19 - 26 Bungkus
Tingkat Kronis : 27 - 40 Bungkus
Kasus DIABETES MELITUS/KENCING MANIS, RADANG BATU GINJAL & HEPATITIS
Tingkat Awal : 6 - 14 Bungkus
Tingkat Menengah : 15 - 22 Bungkus
Tingkat Kronis : 27 - 40 Bungkus
Kasus ISPA BERAT & ASTHMA BROCHIALE :
Tingkat Menengah : 10 - 16 Bungkus
Tingkat Kronis : 17 - 25 Bungkus
Kasus KONSTIPASI, AMBEIEN, PROSTAT (bph), POLIP, AMANDEL (Tonsilitis) & BATU EMPEDU :
Tingkat Awal : 4 - 8 Bungkus
Tingkat Menengah : 9 - 13 Bungkus
Tingkat Kronis : 14 - 30 Bungkus
Kasus ASAM URAT, RHEUMATIC, HERVES, GASTRITIS & MIGRAIN :
Tingkat Menengah : 6 - 10 Bungkus
Tingkat Kronis : 11 - 18 Bungkus
Kasus FLUOR ALBUS/KEPUTIHAN & DYSMENORRHOE/SAKIT DATANG BULAN :
Tingkat Awal : 4 - 8 Bungkus
Tingkat Menengah : 9 - 12 Bungkus
Tingkat Kronis : 13 - 16 Bungkus.
Aturan Pakai Ramuan :
PENGOBATAN : Diminum 3 - 4 kali sehari
Dewasa : 12 tahun keatas : ± 4 gr / 1 sendok makan
Anak-anak : 2- 11 tahun : ± 2 gr / 1 sendok teh
PENCEGAHAN
Diminum 1 kali sehari : ± 4 gr / 1 sendok makan
UNTUK VITALITAS DAN STAMINA
Diminum 1 x sehari : ± 4 gr / 1 sendok makan (dicampur Madu + Kuning Telur Bebek)
REAKSI SISTEMIK
Setelah 2 - 3 hari mengkonsumsi ramuan tradisional ini, akan terjadi reaksi berupa rasa pegal/linu pada bagian tubuh tertentu (ini normal dan bukan side effect), umum terjadi pada bagian extremitas (tungkai) dan berangsur-angsur akan menghilang selama dalam masa pengobatan berjalan.
Selama minum ramuan tradisional ini, Pada saat BAB maka Faeces (Kotoran) akan berwarna hitam dengan konsistensi agak berlendir yang kemudian akan kembali normal setelah 2-3 hari selama therapy berjalan.
KETERANGAN
Ramuan idealnya dicampur dengan air panas sebanyak ± 100 cc (½ gelas biasa)
Ramuan harus diminum dengan ampasnya.
Selain diminum, ramuan ini direkomendasikan juga untuk dioleskan ditempat yang sakit. minimal dioleskan 4 kali dengan jarak ± 20 menit. Sebaiknya pada malam hari sebelum tidur.
Selama mengkonsumsi ramuan ini, sangat tidak dianjurkan untuk memakan cabe rawit (cabe rawit ini ukuran panjangnya paling besar 1,5 cm dan berwarna merah menyala) dan Ikan Baung atau sejenisnya yang terdapat di sungai-sungai Kalimantan dan Sumatera.
Ramuan boleh dicampur dengan gula sesuai selera kecuali bagi penderita diabetes/kencing manis.
Ramuan tidak berasa apa-apa ( Netral )
Ramuan tidak bertentangan dengan obat-obatan farmasi atau resep dokter, sehingga aman digunakan berbarengan dengan therapy medis.
Ramuan tidak memiliki efek samping sehingga aman untuk dikonsumsi oleh Ibu hamil dan menyusui bahkan untuk bayi usia diatas 4 bulan.......
DOSIS BERDASAR KELUHAN
Dalam Kasus Berbagai Carsinoma (Kanker), sbb :
Tingkat Awal (Pra Stadium) : 6 - 10 Bungkus
Tingkat Pertama (Stadium I) : 10 - 19 Bungkus
Tingkat Menengah (Stadium II) : 19 - 26 Bungkus
Tingkat Kronis : 27 - 40 Bungkus
Kasus DIABETES MELITUS/KENCING MANIS, RADANG BATU GINJAL & HEPATITIS
Tingkat Awal : 6 - 14 Bungkus
Tingkat Menengah : 15 - 22 Bungkus
Tingkat Kronis : 27 - 40 Bungkus
Kasus ISPA BERAT & ASTHMA BROCHIALE :
Tingkat Menengah : 10 - 16 Bungkus
Tingkat Kronis : 17 - 25 Bungkus
Kasus KONSTIPASI, AMBEIEN, PROSTAT (bph), POLIP, AMANDEL (Tonsilitis) & BATU EMPEDU :
Tingkat Awal : 4 - 8 Bungkus
Tingkat Menengah : 9 - 13 Bungkus
Tingkat Kronis : 14 - 30 Bungkus
Kasus ASAM URAT, RHEUMATIC, HERVES, GASTRITIS & MIGRAIN :
Tingkat Menengah : 6 - 10 Bungkus
Tingkat Kronis : 11 - 18 Bungkus
Kasus FLUOR ALBUS/KEPUTIHAN & DYSMENORRHOE/SAKIT DATANG BULAN :
Tingkat Awal : 4 - 8 Bungkus
Tingkat Menengah : 9 - 12 Bungkus
Tingkat Kronis : 13 - 16 Bungkus.
Quantitas Bungkus dalam dosis diatas adalah hitungan dari awal konsumsi (Therapy) hingga fase penyembuhan. ( 1 bungkus kemasan dalam dosis 3x1 sendok akan efektif dalam 4-5 hari )
Untuk melihat perkembangan dan presentase kesembuhan bagi Penyakit Golongan Carsinoma (Kanker) harus melalui pemeriksaan Medikal secara berkala ( sesuai instruksi Dokter ) melalui pemeriksaan Hematologi dan Onkologi serta Penunjang Laboratorium Lainnya.
Untuk melihat perkembangan dan presentase kesembuhan bagi Penyakit Golongan Carsinoma (Kanker) harus melalui pemeriksaan Medikal secara berkala ( sesuai instruksi Dokter ) melalui pemeriksaan Hematologi dan Onkologi serta Penunjang Laboratorium Lainnya.
Sebab dalam penanganan penyakit Kanker, untuk menyatakan kesembuhan secara kasad mata adalah menggunakan bantuan pemeriksaan kimia darah.
Dari beberapa kasus klien yang sudah menggunakan ramuan ini, ditemukan salah satunya dalam pemeriksaan Bcr-Abl tyrosine-kinase inhibitors pada kasus CML dinyatakan 0% dari keganasan (sembuh) dengan waktu relatif singkat, hanya kurang dari 1 tahun.
( Semuanya Kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, Inilah ikhtiar dan usaha kita yang tak berbekas kecuali atas izin_Nya )
Dari beberapa kasus klien yang sudah menggunakan ramuan ini, ditemukan salah satunya dalam pemeriksaan Bcr-Abl tyrosine-kinase inhibitors pada kasus CML dinyatakan 0% dari keganasan (sembuh) dengan waktu relatif singkat, hanya kurang dari 1 tahun.
( Semuanya Kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, Inilah ikhtiar dan usaha kita yang tak berbekas kecuali atas izin_Nya )



Tidak ada komentar:
Posting Komentar